Perbedaan Neon EVM dan SUPRA: Neon EVM diperdagangkan di Rp248,43 (kapitalisasi pasar Rp59,63M, volume 24 jam Rp2,26M), sedangkan SUPRA diperdagangkan di Rp3,04 (kapitalisasi pasar Rp99,2M, volume 24 jam Rp5,25M). Perbedaan utamanya: SUPRA lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Neon EVM 239,5M / 1B NEON (24%) dibanding 32,7B / 100B SUPRA (33%) milik SUPRA. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Neon EVM selama 19 Hari dan SUPRA selama 17 Hari.
| NEON | SUPRA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp59,63M | Rp99,2M |
Volume (24h) | Rp2,26M | Rp5,25M |
Suplai yang Beredar | 239,5M / 1B NEON (24%) | 32,7B / 100B SUPRA (33%) |
Typical Hold Time | 19 Hari | 17 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Neon EVM adalah platform smart contract di Solana yang menggunakan konsensus proof-of-history untuk keamanan tambahan. Meski kadang mengalami downtime, solusi diperkirakan dalam enam bulan. Dengan lebih dari 200 proyek yang siap diluncurkan, termasuk proyek berbasis Ethereum seperti Curve dan Sobal, Neon EVM bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan integrasi dengan alat Ethereum utama di masa depan.
Selengkapnya di halaman NEON →Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →