Perbedaan Neon EVM dan MyShell: Neon EVM diperdagangkan di Rp249,66 (kapitalisasi pasar Rp59,18M, volume 24 jam Rp1,49M), sedangkan MyShell diperdagangkan di Rp357,16 (kapitalisasi pasar Rp145,93M, volume 24 jam Rp84,39M). Perbedaan utamanya: MyShell jauh lebih besar — sekitar 2,5× kapitalisasi pasar Neon EVM, dan suplai beredar Neon EVM 239,5M / 1B NEON (24%) dibanding 409,1M / 1B SHELL (41%) milik MyShell. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Neon EVM selama 19 Hari dan MyShell selama 21 Hari.
| NEON | SHELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp59,18M | Rp145,93M |
Volume (24h) | Rp1,49M | Rp84,39M |
Suplai yang Beredar | 239,5M / 1B NEON (24%) | 409,1M / 1B SHELL (41%) |
Typical Hold Time | 19 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Neon EVM adalah platform smart contract di Solana yang menggunakan konsensus proof-of-history untuk keamanan tambahan. Meski kadang mengalami downtime, solusi diperkirakan dalam enam bulan. Dengan lebih dari 200 proyek yang siap diluncurkan, termasuk proyek berbasis Ethereum seperti Curve dan Sobal, Neon EVM bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan integrasi dengan alat Ethereum utama di masa depan.
Selengkapnya di halaman NEON →MyShell adalah platform ramah pengguna yang memungkinkan siapa pun untuk membuat, membagikan, dan memiliki agen AI. Platform ini menghubungkan AI dan blockchain melalui kerangka kerja agen, model open-source, dan komunitas kreator AI. MyShell juga menawarkan hiburan dan utilitas berbasis AI, sambil memberikan kepemilikan bersama kepada penggunanya.
Selengkapnya di halaman SHELL →