Perbedaan Neon EVM dan Quack AI: Neon EVM diperdagangkan di Rp248,43 (kapitalisasi pasar Rp60,01M, volume 24 jam Rp2,07M), sedangkan Quack AI diperdagangkan di Rp389,58 (kapitalisasi pasar Rp1,66T, volume 24 jam Rp44,53M). Perbedaan utamanya: Quack AI jauh lebih besar — sekitar 27,7× kapitalisasi pasar Neon EVM, dan suplai beredar Neon EVM 239,5M / 1B NEON (24%) dibanding 4,3B / 10B Q (44%) milik Quack AI. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Neon EVM selama 19 Hari dan Quack AI selama 3 Hari.
| NEON | Q | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp60,01M | Rp1,66T |
Volume (24h) | Rp2,07M | Rp44,53M |
Suplai yang Beredar | 239,5M / 1B NEON (24%) | 4,3B / 10B Q (44%) |
Typical Hold Time | 19 Hari | 3 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Neon EVM adalah platform smart contract di Solana yang menggunakan konsensus proof-of-history untuk keamanan tambahan. Meski kadang mengalami downtime, solusi diperkirakan dalam enam bulan. Dengan lebih dari 200 proyek yang siap diluncurkan, termasuk proyek berbasis Ethereum seperti Curve dan Sobal, Neon EVM bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan integrasi dengan alat Ethereum utama di masa depan.
Selengkapnya di halaman NEON →Quack AI adalah infrastruktur governance yang menggunakan agen AI modular untuk mengotomatisasi dan meningkatkan skala pengambilan keputusan bagi DAO dan protokol Web3. Platform ini menganalisis proposal, mendelegasikan voting, dan menyederhanakan eksekusi untuk meningkatkan partisipasi dan efisiensi. Dibangun dengan standar lintas chain seperti x402, Quack AI memungkinkan aksi governance tanpa gas fee dan berbasis kebijakan di jaringan seperti BNB Chain dan Arbitrum.
Selengkapnya di halaman Q →