Perbedaan Neon EVM dan Plume Network: Neon EVM diperdagangkan di Rp247,3 (kapitalisasi pasar Rp58,93M, volume 24 jam Rp2,24M), sedangkan Plume Network diperdagangkan di Rp221,81 (kapitalisasi pasar Rp1,37T, volume 24 jam Rp730,45M). Perbedaan utamanya: Plume Network jauh lebih besar — sekitar 23,2× kapitalisasi pasar Neon EVM, dan suplai beredar Neon EVM 239,5M / 1B NEON (24%) dibanding 6,2B / 10B PLUME (62%) milik Plume Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Neon EVM selama 19 Hari dan Plume Network selama 20 Hari.
| NEON | PLUME | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp58,93M | Rp1,37T |
Volume (24h) | Rp2,24M | Rp730,45M |
Suplai yang Beredar | 239,5M / 1B NEON (24%) | 6,2B / 10B PLUME (62%) |
Typical Hold Time | 19 Hari | 20 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Neon EVM adalah platform smart contract di Solana yang menggunakan konsensus proof-of-history untuk keamanan tambahan. Meski kadang mengalami downtime, solusi diperkirakan dalam enam bulan. Dengan lebih dari 200 proyek yang siap diluncurkan, termasuk proyek berbasis Ethereum seperti Curve dan Sobal, Neon EVM bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan integrasi dengan alat Ethereum utama di masa depan.
Selengkapnya di halaman NEON →Plume Network adalah full-stack chain pertama untuk Real World Asset (RWA) finance (RWAfi). Dengan lebih dari 200 proyek, Plume menghadirkan lingkungan EVM-compatible yang memudahkan tokenisasi aset nyata lewat tokenization engine dan mitra infrastruktur keuangan. Pengguna dapat dengan mudah men-tokenisasi, mendistribusikan, dan memanfaatkan aset nyata di DeFi.
Selengkapnya di halaman PLUME →