Perbedaan Neon EVM dan Orchid: Neon EVM diperdagangkan di Rp247,68 (kapitalisasi pasar Rp59,92M, volume 24 jam Rp2,27M), sedangkan Orchid diperdagangkan di Rp164,34 (kapitalisasi pasar Rp190,2M, volume 24 jam Rp47,84M). Perbedaan utamanya: Orchid jauh lebih besar — sekitar 3,2× kapitalisasi pasar Neon EVM, dan suplai Neon EVM dibatasi (239,5M / 1B NEON (24%)), sedangkan Orchid terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Neon EVM selama 19 Hari dan Orchid selama 44 Hari.
| NEON | OXT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp59,92M | Rp190,2M |
Volume (24h) | Rp2,27M | Rp47,84M |
Suplai yang Beredar | 239,5M / 1B NEON (24%) | 997,2M OXT |
Typical Hold Time | 19 Hari | 44 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Neon EVM adalah platform smart contract di Solana yang menggunakan konsensus proof-of-history untuk keamanan tambahan. Meski kadang mengalami downtime, solusi diperkirakan dalam enam bulan. Dengan lebih dari 200 proyek yang siap diluncurkan, termasuk proyek berbasis Ethereum seperti Curve dan Sobal, Neon EVM bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan integrasi dengan alat Ethereum utama di masa depan.
Selengkapnya di halaman NEON →Orchid merupakan jaringan privasi peer-to-peer berinsentif pertama di dunia. Orchid bertujuan untuk menghapus batasan kebebasan berinternet melalui pembayaran berbasis mata uang kripto sehingga siapapun dapat membeli bandwidth dari para mitra provider. Pembayaran dilakukan dengan nanopayment probabilistik menggunakan OXT, token standar ERC-20 di Ethereum.
Selengkapnya di halaman OXT →