Perbedaan Neon EVM dan Origin Protocol: Neon EVM diperdagangkan di Rp248,26 (kapitalisasi pasar Rp59,63M, volume 24 jam Rp2,26M), sedangkan Origin Protocol diperdagangkan di Rp288,93 (kapitalisasi pasar Rp198,5M, volume 24 jam Rp17,18M). Perbedaan utamanya: Origin Protocol jauh lebih besar — sekitar 3,3× kapitalisasi pasar Neon EVM, dan suplai beredar Neon EVM 239,5M / 1B NEON (24%) dibanding 689,5M / 1,4B OGN (49%) milik Origin Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Neon EVM selama 19 Hari dan Origin Protocol selama 75 Hari.
| NEON | OGN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp59,63M | Rp198,5M |
Volume (24h) | Rp2,26M | Rp17,18M |
Suplai yang Beredar | 239,5M / 1B NEON (24%) | 689,5M / 1,4B OGN (49%) |
Typical Hold Time | 19 Hari | 75 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Neon EVM adalah platform smart contract di Solana yang menggunakan konsensus proof-of-history untuk keamanan tambahan. Meski kadang mengalami downtime, solusi diperkirakan dalam enam bulan. Dengan lebih dari 200 proyek yang siap diluncurkan, termasuk proyek berbasis Ethereum seperti Curve dan Sobal, Neon EVM bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan integrasi dengan alat Ethereum utama di masa depan.
Selengkapnya di halaman NEON →Origin Protocol (OGN) adalah jaringan yang memungkinkan partisipan pasar untuk berbagi barang dan jasa melalui jaringan peer-to-peer (P2P). Platform ini bertujuan untuk menciptakan pasar daring yang luas dengan memanfaatkan blockchain Ethereum (ETH) dan Interplanetary File System (IPFS) untuk menghilangkan kebutuhan akan perantara. Origin Protocol juga memiliki misi untuk membawa NFT dan DeFi ke massa.
Selengkapnya di halaman OGN →