Perbedaan Neo dan Polymesh: Neo diperdagangkan di Rp35.733 (kapitalisasi pasar Rp2,52T, volume 24 jam Rp76,62M), sedangkan Polymesh diperdagangkan di Rp655,44 (kapitalisasi pasar Rp699,51M, volume 24 jam Rp22,08M). Perbedaan utamanya: Neo jauh lebih besar — sekitar 3,6× kapitalisasi pasar Polymesh, dan suplai beredar Neo 70,5M NEO dibanding 1,1B POLYX milik Polymesh. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Neo selama 93 Hari dan Polymesh selama 20 Hari.
| NEO | POLYX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp2,52T | Rp699,51M |
Volume (24h) | Rp76,62M | Rp22,08M |
Suplai yang Beredar | 70,5M NEO | 1,1B POLYX |
Typical Hold Time | 93 Hari | 20 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Neo adalah platform kontrak pintar, mirip dengan Ethereum, yang dibuat di China. Neo melabelkan diri sebagai ekosistem yang “tumbuh dan berkembang pesat” dengan tujuan untuk menjadi fondasi bagi generasi internet berikutnya — sebuah ekonomi baru di mana pembayaran, identitas, dan aset digital bersatu.
Selengkapnya di halaman NEO →POLYX adalah token protokol native dari Polymesh, blockchain berizin tingkat institusional yang dibuat khusus untuk aset yang teregulasi. Blockchain ini mempersingkat proses lama dan membuka pintu baru bagi instrumen keuangan baru dengan memecahkan tantangan infrastruktur publik seputar tata kelola, identitas, kepatuhan, kerahasiaan, dan penyelesaian. Token ini dapat digunakan untuk staking dan mengamankan jaringan, membayar biaya transaksi, serta terlibat dalam tata kelola.
Selengkapnya di halaman POLYX →