Perbedaan Neo dan Polygon: Neo diperdagangkan di Rp30.142 (kapitalisasi pasar Rp2,12T, volume 24 jam Rp66,27M), sedangkan Polygon diperdagangkan di Rp1.310 (kapitalisasi pasar Rp14,1T, volume 24 jam Rp659,45M). Perbedaan utamanya: Polygon jauh lebih besar — sekitar 6,7× kapitalisasi pasar Neo, dan suplai beredar Neo 70,5M NEO dibanding 10,7B POL milik Polygon. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Neo selama 94 Hari dan Polygon selama 71 Hari.
| NEO | POL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp2,12T | Rp14,1T |
Volume (24h) | Rp66,27M | Rp659,45M |
Suplai yang Beredar | 70,5M NEO | 10,7B POL |
Typical Hold Time | 94 Hari | 71 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Neo adalah platform kontrak pintar, mirip dengan Ethereum, yang dibuat di China. Neo melabelkan diri sebagai ekosistem yang “tumbuh dan berkembang pesat” dengan tujuan untuk menjadi fondasi bagi generasi internet berikutnya — sebuah ekonomi baru di mana pembayaran, identitas, dan aset digital bersatu.
Selengkapnya di halaman NEO →Polygon Ecosystem Token berfungsi sebagai token utilitas dalam jaringan Polygon. Aset digital ini berperan penting dalam memfasilitasi berbagai operasi dan layanan di ekosistem Polygon. Fungsi utamanya termasuk staking, di mana pemegang token dapat mengunci token mereka sebagai bentuk keamanan dan berpartisipasi dalam mekanisme konsensus jaringan. Hal ini tidak hanya membantu mengamankan jaringan, tetapi juga memberikan imbalan kepada para pemegang token berupa tambahan token berdasarkan jumlah yang digunakan untuk staking.
Selengkapnya di halaman POL →