Perbedaan Neo dan Open Gradient: Neo diperdagangkan di Rp29.862 (kapitalisasi pasar Rp2,12T, volume 24 jam Rp61,62M), sedangkan Open Gradient diperdagangkan di Rp1.621 (kapitalisasi pasar Rp346,87M, volume 24 jam Rp173,89M). Perbedaan utamanya: Neo jauh lebih besar — sekitar 6,1× kapitalisasi pasar Open Gradient, dan suplai Open Gradient dibatasi (213,8M / 1B OPG (22%)), sedangkan Neo terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Neo selama 94 Hari dan Open Gradient selama 5 Hari.
| NEO | OPG | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp2,12T | Rp346,87M |
Volume (24h) | Rp61,62M | Rp173,89M |
Suplai yang Beredar | 70,5M NEO | 213,8M / 1B OPG (22%) |
Typical Hold Time | 94 Hari | 5 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
NEO saat ini diperdagangkan pada Rp30.018 dengan sinyal teknis bearish berdasarkan moving averages, meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold yang berpotensi rebound. Token ini berada di zona support kritis dengan market cap Rp2,12T dan hold time rata-rata 94 hari. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem signifikan yang dilaporkan dalam beberapa bulan terakhir.
Outlook keseluruhan tetap hati-hati dengan tekanan jual dominan, namun level oversold RSI memberikan peluang rebound jangka pendek. Risiko utama meliputi volatilitas tinggi, aktivitas jaringan yang terbatas, dan ketergantungan pada sentimen pasar kripto secara keseluruhan. Investor harus memantau breakout di atas resistance Rp31.968 untuk konfirmasi perubahan tren.
Belum ada sinyal Aura AI.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Neo adalah platform kontrak pintar, mirip dengan Ethereum, yang dibuat di China. Neo melabelkan diri sebagai ekosistem yang “tumbuh dan berkembang pesat” dengan tujuan untuk menjadi fondasi bagi generasi internet berikutnya — sebuah ekonomi baru di mana pembayaran, identitas, dan aset digital bersatu.
Selengkapnya di halaman NEO →OPG adalah aset native dari Open Gradient, protokol yang berfokus pada kolaborasi, koordinasi, dan pertukaran nilai di sekitar model AI serta output yang dihasilkan AI. Ekosistem ini menggabungkan infrastruktur blockchain dan kecerdasan buatan untuk mendukung partisipasi terdesentralisasi dalam pengembangan, penerapan, dan pemanfaatan teknologi AI.
Selengkapnya di halaman OPG →