Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Nakamoto Games (NAKA) vs Subsquid (SQD)

Nakamoto GamesTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Nakamoto Games dan Subsquid: Nakamoto Games diperdagangkan di Rp529,82 (kapitalisasi pasar Rp56,69M, volume 24 jam Rp12,43M), sedangkan Subsquid diperdagangkan di Rp799,65 (kapitalisasi pasar Rp897,94M, volume 24 jam Rp75,62M). Perbedaan utamanya: Subsquid jauh lebih besar — sekitar 15,8× kapitalisasi pasar Nakamoto Games, dan suplai beredar Nakamoto Games 97,4M / 180M NAKA (55%) dibanding 1,1B / 1,3B SQD (84%) milik Subsquid. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Nakamoto Games selama 10 Hari dan Subsquid selama 8 Hari.

NAKASQD
Kap. Pasar
Rp56,69MRp897,94M
Volume (24h)
Rp12,43MRp75,62M
Suplai yang Beredar
97,4M / 180M NAKA (55%)1,1B / 1,3B SQD (84%)
Typical Hold Time
10 Hari8 Hari

Sentimen investor di Pluang

Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir

NAKA

Belum ada data sentimen.

SQD
34% Beli66% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 8 Hari

Tentang Nakamoto Games

Humanity Protocol adalah solusi identitas terdesentralisasi yang memberi individu kendali atas data biometrik dan identitas mereka melalui teknologi blockchain yang aman. Platform ini berfungsi sebagai identity graph terbuka untuk kredensial yang dapat diverifikasi di berbagai atribut, memungkinkan pengguna membuktikan aspek identitas mereka sambil tetap menjaga privasi dan keamanan.

Selengkapnya di halaman NAKA

Tentang Subsquid

Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.

Selengkapnya di halaman SQD