Perbedaan MVL dan SubQuery Network: MVL diperdagangkan di Rp16,38 (kapitalisasi pasar Rp472,56M, volume 24 jam Rp1,47M), sedangkan SubQuery Network diperdagangkan di Rp11,56 (kapitalisasi pasar Rp32,83M, volume 24 jam Rp6,53M). Perbedaan utamanya: MVL jauh lebih besar — sekitar 14,4× kapitalisasi pasar SubQuery Network, dan suplai MVL dibatasi (27,8B / 30B MVL (93%)), sedangkan SubQuery Network terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan MVL selama 58 Hari dan SubQuery Network selama 3 Hari.
| MVL | SQT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp472,56M | Rp32,83M |
Volume (24h) | Rp1,47M | Rp6,53M |
Suplai yang Beredar | 27,8B / 30B MVL (93%) | 3,3B SQT |
Typical Hold Time | 58 Hari | 3 Hari |
MVL, yang merupakan singkatan dari Mobility Value Lab, adalah proyek inovatif yang menggabungkan bidang mobilitas dan teknologi blockchain. Tujuan utamanya adalah membagikan nilai data di antara seluruh peserta ekosistemnya. Integrasi ini dilakukan melalui berbagai protokol blockchain yang dirancang untuk meningkatkan pengembangan layanan mobilitas.
Selengkapnya di halaman MVL →SubQuery adalah jaringan desentralisasi yang memberikan infrastruktur dan alat penting bagi pengembang aplikasi Web3. Jaringan SubQuery memudahkan pengembang membangun dan mengembangkan aplikasi terdesentralisasi (dApp) dengan menyediakan rangkaian solusi yang lengkap.
Selengkapnya di halaman SQT →