Perbedaan Metaplex dan Neon EVM: Metaplex diperdagangkan di Rp425,53 (kapitalisasi pasar Rp203,04M, volume 24 jam Rp18,35M), sedangkan Neon EVM diperdagangkan di Rp247,68 (kapitalisasi pasar Rp59,92M, volume 24 jam Rp2,27M). Perbedaan utamanya: Metaplex jauh lebih besar — sekitar 3,4× kapitalisasi pasar Neon EVM, dan suplai beredar Metaplex 477M / 1B MPLX (48%) dibanding 239,5M / 1B NEON (24%) milik Neon EVM. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Metaplex selama 15 Hari dan Neon EVM selama 19 Hari.
| MPLX | NEON | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp203,04M | Rp59,92M |
Volume (24h) | Rp18,35M | Rp2,27M |
Suplai yang Beredar | 477M / 1B MPLX (48%) | 239,5M / 1B NEON (24%) |
Typical Hold Time | 15 Hari | 19 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Metaplex memainkan peran penting dalam salah satu ekosistem pengembang terbesar di dunia blockchain dengan menyediakan infrastruktur on-chain yang dibutuhkan untuk membuat hampir semua token dan NFT di Solana dan Solana Virtual Machine (SVM). Platform ini digunakan oleh launchpad, marketplace, game, dompet, dan berbagai aplikasi terkemuka lainnya, menghasilkan pendapatan dan volume transaksi yang signifikan melalui infrastrukturnya.
Selengkapnya di halaman MPLX →Neon EVM adalah platform smart contract di Solana yang menggunakan konsensus proof-of-history untuk keamanan tambahan. Meski kadang mengalami downtime, solusi diperkirakan dalam enam bulan. Dengan lebih dari 200 proyek yang siap diluncurkan, termasuk proyek berbasis Ethereum seperti Curve dan Sobal, Neon EVM bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan integrasi dengan alat Ethereum utama di masa depan.
Selengkapnya di halaman NEON →