Perbedaan Mantle dan Turtle: Mantle diperdagangkan di Rp8.237 (kapitalisasi pasar Rp27,16T, volume 24 jam Rp565,38M), sedangkan Turtle diperdagangkan di Rp775,23 (kapitalisasi pasar Rp120,27M, volume 24 jam Rp18,65M). Perbedaan utamanya: Mantle jauh lebih besar — sekitar 225,8× kapitalisasi pasar Turtle, dan suplai beredar Mantle 3,3B / 6,2B MNT (54%) dibanding 154,7M / 1B TURTLE (16%) milik Turtle. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Mantle selama 26 Hari dan Turtle selama 12 Hari.
| MNT | TURTLE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp27,16T | Rp120,27M |
Volume (24h) | Rp565,38M | Rp18,65M |
Suplai yang Beredar | 3,3B / 6,2B MNT (54%) | 154,7M / 1B TURTLE (16%) |
Typical Hold Time | 26 Hari | 12 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
Mantle adalah ekosistem on-chain yang fokus pada pengembangan keuangan dan skalabilitas blockchain, menjembatani keuangan tradisional (TradFi) dan keuangan terdesentralisasi (DeFi). Dengan produk seperti Mantle Network, mETH Protocol, Function (FBTC), dan Mantle Index Four (MI4), Mantle menawarkan platform terpadu untuk belanja, menabung, dan berinvestasi di era Web3. Token asli MNT digunakan untuk tata kelola, staking, dan inovasi dalam ekosistem.
Selengkapnya di halaman MNT →Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →