Perbedaan Mantle dan SUPRA: Mantle diperdagangkan di Rp7.743 (kapitalisasi pasar Rp25,44T, volume 24 jam Rp562,27M), sedangkan SUPRA diperdagangkan di Rp3,7 (kapitalisasi pasar Rp122,09M, volume 24 jam Rp4,65M). Perbedaan utamanya: Mantle jauh lebih besar — sekitar 208,4× kapitalisasi pasar SUPRA, dan suplai beredar Mantle 3,3B / 6,2B MNT (54%) dibanding 32,5B / 100B SUPRA (33%) milik SUPRA. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Mantle selama 25 Hari dan SUPRA selama 15 Hari.
| MNT | SUPRA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp25,44T | Rp122,09M |
Volume (24h) | Rp562,27M | Rp4,65M |
Suplai yang Beredar | 3,3B / 6,2B MNT (54%) | 32,5B / 100B SUPRA (33%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 15 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Mantle adalah ekosistem on-chain yang fokus pada pengembangan keuangan dan skalabilitas blockchain, menjembatani keuangan tradisional (TradFi) dan keuangan terdesentralisasi (DeFi). Dengan produk seperti Mantle Network, mETH Protocol, Function (FBTC), dan Mantle Index Four (MI4), Mantle menawarkan platform terpadu untuk belanja, menabung, dan berinvestasi di era Web3. Token asli MNT digunakan untuk tata kelola, staking, dan inovasi dalam ekosistem.
Selengkapnya di halaman MNT →Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →