Perbedaan Mantle dan STBL: Mantle diperdagangkan di Rp7.712 (kapitalisasi pasar Rp25,44T, volume 24 jam Rp562,27M), sedangkan STBL diperdagangkan di Rp414,83 (kapitalisasi pasar Rp289,22M, volume 24 jam Rp41,9M). Perbedaan utamanya: Mantle jauh lebih besar — sekitar 88× kapitalisasi pasar STBL, dan suplai beredar Mantle 3,3B / 6,2B MNT (54%) dibanding 700M / 10B STBL (8%) milik STBL. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Mantle selama 25 Hari dan STBL selama 7 Hari.
| MNT | STBL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp25,44T | Rp289,22M |
Volume (24h) | Rp562,27M | Rp41,9M |
Suplai yang Beredar | 3,3B / 6,2B MNT (54%) | 700M / 10B STBL (8%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Mantle adalah ekosistem on-chain yang fokus pada pengembangan keuangan dan skalabilitas blockchain, menjembatani keuangan tradisional (TradFi) dan keuangan terdesentralisasi (DeFi). Dengan produk seperti Mantle Network, mETH Protocol, Function (FBTC), dan Mantle Index Four (MI4), Mantle menawarkan platform terpadu untuk belanja, menabung, dan berinvestasi di era Web3. Token asli MNT digunakan untuk tata kelola, staking, dan inovasi dalam ekosistem.
Selengkapnya di halaman MNT →STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →