Perbedaan Mantle dan MyShell: Mantle diperdagangkan di Rp8.291 (kapitalisasi pasar Rp26,55T, volume 24 jam Rp451,78M), sedangkan MyShell diperdagangkan di Rp353,67 (kapitalisasi pasar Rp144,5M, volume 24 jam Rp81,59M). Perbedaan utamanya: Mantle jauh lebih besar — sekitar 183,7× kapitalisasi pasar MyShell, dan suplai beredar Mantle 3,3B / 6,2B MNT (54%) dibanding 409,1M / 1B SHELL (41%) milik MyShell. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Mantle selama 26 Hari dan MyShell selama 21 Hari.
| MNT | SHELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp26,55T | Rp144,5M |
Volume (24h) | Rp451,78M | Rp81,59M |
Suplai yang Beredar | 3,3B / 6,2B MNT (54%) | 409,1M / 1B SHELL (41%) |
Typical Hold Time | 26 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Mantle adalah ekosistem on-chain yang fokus pada pengembangan keuangan dan skalabilitas blockchain, menjembatani keuangan tradisional (TradFi) dan keuangan terdesentralisasi (DeFi). Dengan produk seperti Mantle Network, mETH Protocol, Function (FBTC), dan Mantle Index Four (MI4), Mantle menawarkan platform terpadu untuk belanja, menabung, dan berinvestasi di era Web3. Token asli MNT digunakan untuk tata kelola, staking, dan inovasi dalam ekosistem.
Selengkapnya di halaman MNT →MyShell adalah platform ramah pengguna yang memungkinkan siapa pun untuk membuat, membagikan, dan memiliki agen AI. Platform ini menghubungkan AI dan blockchain melalui kerangka kerja agen, model open-source, dan komunitas kreator AI. MyShell juga menawarkan hiburan dan utilitas berbasis AI, sambil memberikan kepemilikan bersama kepada penggunanya.
Selengkapnya di halaman SHELL →