Perbedaan Mantle dan Stader: Mantle diperdagangkan di Rp8.326 (kapitalisasi pasar Rp27,16T, volume 24 jam Rp495,54M), sedangkan Stader diperdagangkan di Rp1.841 (kapitalisasi pasar Rp129,82M, volume 24 jam Rp12,19M). Perbedaan utamanya: Mantle jauh lebih besar — sekitar 209,2× kapitalisasi pasar Stader, dan suplai beredar Mantle 3,3B / 6,2B MNT (54%) dibanding 70,8M / 120M SD (59%) milik Stader. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Mantle selama 26 Hari dan Stader selama 13 Hari.
| MNT | SD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp27,16T | Rp129,82M |
Volume (24h) | Rp495,54M | Rp12,19M |
Suplai yang Beredar | 3,3B / 6,2B MNT (54%) | 70,8M / 120M SD (59%) |
Typical Hold Time | 26 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
Mantle adalah ekosistem on-chain yang fokus pada pengembangan keuangan dan skalabilitas blockchain, menjembatani keuangan tradisional (TradFi) dan keuangan terdesentralisasi (DeFi). Dengan produk seperti Mantle Network, mETH Protocol, Function (FBTC), dan Mantle Index Four (MI4), Mantle menawarkan platform terpadu untuk belanja, menabung, dan berinvestasi di era Web3. Token asli MNT digunakan untuk tata kelola, staking, dan inovasi dalam ekosistem.
Selengkapnya di halaman MNT →Stader mengembangkan staking middleware untuk berbagai jaringan PoS, menawarkan smart contract modular bagi solusi pihak ketiga. Dalam jangka pendek, Stader akan meluncurkan kontrak di blockchain seperti Terra dan Ethereum untuk mendukung yield farming dan Gaming. Jangka panjang, Stader mendorong aplikasi staking pihak ketiga di platformnya.
Selengkapnya di halaman SD →