Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) vs Timah Tbk. (TINS)

Media Nusantara Citra Tbk.Trading
Timah Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Media Nusantara Citra Tbk. dan Timah Tbk.: Media Nusantara Citra Tbk. diperdagangkan di Rp212 (kapitalisasi pasar 3,07 T, volume 24 jam 42,45 jt), sedangkan Timah Tbk. diperdagangkan di Rp3.570 (kapitalisasi pasar 26,07 T, volume 24 jam 40,77 jt). Perbedaan utamanya: Timah Tbk. jauh lebih besar — sekitar 8,5× kapitalisasi pasar Media Nusantara Citra Tbk., dan Media Nusantara Citra Tbk. lebih aktif diperdagangkan (42,45 jt vs 40,77 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

MNCNTINS
Kapitalisasi Pasar
3,07 T26,07 T
Volume
42,45 jt40,77 jt
Lot
424,47 rb407,66 rb
Perputaran
8,76 M146,02 M
Harga Rata-rata
206,493.581,97
Nilai Transaksi
8,76 M146,02 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
2123.570
Volume Ekuilibrium Indikatif
56,62 rb13,11 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

MNCN
Lihat detail
TINS
Lihat detail

Tentang Media Nusantara Citra Tbk.

PT. Media Nusantara Citra Tbk (the Company) was established based on Deed No. 48 dated June 17, 1997 of H. Parlindungan L. Tobing, SH, notary in Jakarta.

Selengkapnya di halaman MNCN

Tentang Timah Tbk.

PT Timah Tbk (Company) was officially establish by Imas Fatimah, SH by Notarial Deed No.1 dated 2 August 1976. The Company represents a merger of three Dutch Mining companies with operations in Indonesia. The Company’s registration statement in offer 50.330.000 new B class shares at par value of Rp. 500 per share in Indonesia was effective on 27 September 1995. In relation to the offering the new shares, the Government of the Republic of Indonesia also offered 125,825,000 B class shares which were represented by 12,582,500 GDR (each GDR representing 10 B class shares) to the public outside Indonesia. Gross profit for 1999 stand at Rp 751 billion, a figure 45% lower than that achieved in 1998, when gross profits reached Rp 1,362 billion.

Selengkapnya di halaman TINS