Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Mulia Industrindo Tbk (MLIA) vs Kian Santang Muliatama Tbk. (RGAS)

Mulia Industrindo TbkTrading
Kian Santang Muliatama Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Mulia Industrindo Tbk dan Kian Santang Muliatama Tbk.: Mulia Industrindo Tbk diperdagangkan di Rp240 (kapitalisasi pasar 1,59 T, volume 24 jam 23,4 rb), sedangkan Kian Santang Muliatama Tbk. diperdagangkan di Rp214 (kapitalisasi pasar 312,28 M, volume 24 jam 7,8 jt). Perbedaan utamanya: Mulia Industrindo Tbk jauh lebih besar — sekitar 5,1× kapitalisasi pasar Kian Santang Muliatama Tbk., dan Kian Santang Muliatama Tbk. lebih aktif diperdagangkan (7,8 jt vs 23,4 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

MLIARGAS
Kapitalisasi Pasar
1,59 T312,28 M
Volume
23,4 rb7,8 jt
Lot
23477,95 rb
Perputaran
5,6 jt1,64 M
Harga Rata-rata
239,28210,89
Nilai Transaksi
5,6 jt1,64 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
240214
Volume Ekuilibrium Indikatif
111,33 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

MLIA
Lihat detail
RGAS
Lihat detail

Tentang Mulia Industrindo Tbk

PT Mulia Industrindo Tbk (the company) was established based on Deed No. 15 dated November 5, 1986 of Liliani Handajawati Tamzil S.H., notary in Jakarta, as amended by deed No. 7 dated May 6, 1987 of the same notary.. The company's articles of association have been amended several times, most recently on January 21, 1997 regarding the change of the Company's name and par value per share. The company is one of the companies of the Mulia Group. The company started its commercial operations in 1990.

Selengkapnya di halaman MLIA

Tentang Kian Santang Muliatama Tbk.

PT Kian Santang Muliatama Tbk (the Entity) was established based on the Notarial Deed of Artisa Khamelia Ramadiyanti, S.H., M.Kn., No. 634, dated November 28, 2018. The Entity started its commercial operations on 2019. The controlling party for the Company is Edy Nurhamid Amin.

Selengkapnya di halaman RGAS