Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Multi Bintang Indonesia Tbk. (MLBI) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Multi Bintang Indonesia Tbk.Trading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Multi Bintang Indonesia Tbk. dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Multi Bintang Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp6.975 (kapitalisasi pasar 14,85 T, volume 24 jam 42,2 rb), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp62 (kapitalisasi pasar 978,87 M, volume 24 jam 21,12 jt). Perbedaan utamanya: Multi Bintang Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 15,2× kapitalisasi pasar Wilton Makmur Indonesia Tbk., dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (21,12 jt vs 42,2 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

MLBISQMI
Kapitalisasi Pasar
14,85 T978,87 M
Volume
42,2 rb21,12 jt
Lot
422211,22 rb
Perputaran
293,55 jt1,32 M
Harga Rata-rata
6.956,2262,72
Nilai Transaksi
293,55 jt1,32 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
6.97562
Volume Ekuilibrium Indikatif
11,12 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

MLBI
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Multi Bintang Indonesia Tbk.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk (The Company) was established on June 3, 1929, based on notarial deed No. 8 of Tjeerd Dijkstra, notary public in Medan, under the name of NV Nederlandsch Indische Bierbrouwerijen. The Company is part of the Heineken Group, where the ultimate shareholder is Heineken N.V. (Heineken).

Selengkapnya di halaman MLBI

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI