Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Multi Bintang Indonesia Tbk. (MLBI) vs Summarecon Agung Tbk. (SMRA)

Multi Bintang Indonesia Tbk.Trading
Summarecon Agung Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Multi Bintang Indonesia Tbk. dan Summarecon Agung Tbk.: Multi Bintang Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp6.325 (kapitalisasi pasar 13,33 T, volume 24 jam 51,1 rb), sedangkan Summarecon Agung Tbk. diperdagangkan di Rp298 (kapitalisasi pasar 4,79 T, volume 24 jam 12,25 jt). Perbedaan utamanya: Multi Bintang Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 2,8× kapitalisasi pasar Summarecon Agung Tbk., dan Summarecon Agung Tbk. lebih aktif diperdagangkan (12,25 jt vs 51,1 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

MLBISMRA
Kapitalisasi Pasar
13,33 T4,79 T
Volume
51,1 rb12,25 jt
Lot
511122,47 rb
Perputaran
322,91 jt3,62 M
Harga Rata-rata
6.319,08295,63
Nilai Transaksi
322,91 jt3,62 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
298
Volume Ekuilibrium Indikatif
2,11 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

MLBI
Lihat detail
SMRA
Lihat detail

Tentang Multi Bintang Indonesia Tbk.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk (The Company) was established on June 3, 1929, based on notarial deed No. 8 of Tjeerd Dijkstra, notary public in Medan, under the name of NV Nederlandsch Indische Bierbrouwerijen. The Company is part of the Heineken Group, where the ultimate shareholder is Heineken N.V. (Heineken).

Selengkapnya di halaman MLBI

Tentang Summarecon Agung Tbk.

PT Summarecon Agung Tbk (the Company) was established within the framework of the Domestic Capital Investment Law based on notarial deed No. 308 dated November 26, 1975 of Ridwan Suselo, S.H. PT. Summarecon Agung Tbk is one of the nation`s leading township developers. Entering its twenty-forth year, the original 10-hectare landbank it started with has turned into a vibrant, 500 hectare township in North Jakarta where commercial vivacity peacefully coexists with its houses numbering in the tens of thousands.

Selengkapnya di halaman SMRA