Perbedaan Mira dan Turtle: Mira diperdagangkan di Rp725,69 (kapitalisasi pasar Rp233M, volume 24 jam Rp45,72M), sedangkan Turtle diperdagangkan di Rp756,14 (kapitalisasi pasar Rp117,18M, volume 24 jam Rp17,11M). Perbedaan utamanya: Mira lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Mira 321,5M / 1B MIRA (33%) dibanding 154,7M / 1B TURTLE (16%) milik Turtle. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Mira selama 22 Hari dan Turtle selama 12 Hari.
| MIRA | TURTLE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp233M | Rp117,18M |
Volume (24h) | Rp45,72M | Rp17,11M |
Suplai yang Beredar | 321,5M / 1B MIRA (33%) | 154,7M / 1B TURTLE (16%) |
Typical Hold Time | 22 Hari | 12 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Mira is a decentralized verification network that enables autonomous AI by eliminating human oversight. Using consensus-based verification across multiple AI models, Mira delivers mathematically verifiable and trustless results in real time. This ensures accuracy and reliability for critical fields like healthcare, finance, and law—transforming AI from a supervised tool into truly independent intelligence.
Selengkapnya di halaman MIRA →Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →