Perbedaan Mira dan Raydium: Mira diperdagangkan di Rp696,6 (kapitalisasi pasar Rp222,43M, volume 24 jam Rp100,48M), sedangkan Raydium diperdagangkan di Rp11.091 (kapitalisasi pasar Rp2,98T, volume 24 jam Rp111M). Perbedaan utamanya: Raydium jauh lebih besar — sekitar 13,4× kapitalisasi pasar Mira, dan suplai beredar Mira 321,5M / 1B MIRA (33%) dibanding 269,5M / 555M RAY (49%) milik Raydium. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Mira selama 22 Hari dan Raydium selama 25 Hari.
| MIRA | RAY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp222,43M | Rp2,98T |
Volume (24h) | Rp100,48M | Rp111M |
Suplai yang Beredar | 321,5M / 1B MIRA (33%) | 269,5M / 555M RAY (49%) |
Typical Hold Time | 22 Hari | 25 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Token MIRA saat ini diperdagangkan di zona bearish dengan harga Rp724,0515 dan market cap Rp233M. Secara teknis, sinyal keseluruhan bearish didukung oleh moving averages yang sangat bearish, meskipun osilator netral. Harga berada di dekat level pivot Rp726, dengan support kuat di Rp718 dan resistance di Rp738. Token ini memiliki supply terbatas 1 juta dengan 33% dalam sirkulasi dan rata-rata hold time 22 hari, menunjukkan distribusi yang terkonsentrasi.
Outlook jangka pendek tetap hati-hati karena tekanan jual teknis, namun fundamental tokenomics yang terbatas bisa menjadi katalis jangka panjang. Risiko utama termasuk volatilitas tinggi karena volume rendah dan likuiditas terbatas. Investor harus memantau breakout di atas Rp738 untuk konfirmasi perubahan tren.
RAY saat ini diperdagangkan di zona bearish dengan harga Rp11.213, mendekati level pivot Rp11.203. Token ini menunjukkan sinyal teknis bearish dari moving averages meski oscillators netral. Volume perdagangan telah melampaui Rp1 triliun setelah listing di Robinhood dan Revolut, meningkatkan aksesibilitas global. RAY menjadi platform DEX terbesar di Solana dengan likuiditas on-chain yang signifikan.
Outlook jangka pendek cenderung hati-hati karena tekanan teknis, namun fundamental kuat dengan adopsi yang berkembang. Peluang utama terletak pada integrasi tokenisasi aset tradisional seperti SpaceX IPO, sementara risiko volatilitas tinggi dan tekanan regulator crypto tetap menjadi perhatian.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Mira is a decentralized verification network that enables autonomous AI by eliminating human oversight. Using consensus-based verification across multiple AI models, Mira delivers mathematically verifiable and trustless results in real time. This ensures accuracy and reliability for critical fields like healthcare, finance, and law—transforming AI from a supervised tool into truly independent intelligence.
Selengkapnya di halaman MIRA →Raydium (RAY) adalah automated market maker (AMM) dan penyedia likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana untuk decentralized exchane (DEX). Tidak seperti AMM lainnya, Raydium menyediakan likuiditas on-chain ke limit order book pusat yang berarti bahwa dana yang disimpan ke Raydium diubah menjadi limit order yang ada di Serum orderbook.
Selengkapnya di halaman RAY →