Perbedaan IOTA dan SUPRA: IOTA diperdagangkan di Rp599,3 (kapitalisasi pasar Rp2,75T, volume 24 jam Rp107,02M), sedangkan SUPRA diperdagangkan di Rp3 (kapitalisasi pasar Rp97,86M, volume 24 jam Rp5,28M). Perbedaan utamanya: IOTA jauh lebih besar — sekitar 28,1× kapitalisasi pasar SUPRA, dan suplai SUPRA dibatasi (32,7B / 100B SUPRA (33%)), sedangkan IOTA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan IOTA selama 49 Hari dan SUPRA selama 17 Hari.
| MIOTA | SUPRA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp2,75T | Rp97,86M |
Volume (24h) | Rp107,02M | Rp5,28M |
Suplai yang Beredar | 4,6B MIOTA | 32,7B / 100B SUPRA (33%) |
Typical Hold Time | 49 Hari | 17 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
IOTA adalah ledger terdistribusi dengan sebuah perbedaan signifikan: ini bukanlah sebuah blockchain. Melainkan, teknologi tersendiri yang dikenal sebagai Tangle, sebuah sistem node untuk mengkonfirmasi transaksi. Yayasan yang mengelola platform ini mengatakan IOTA menawarkan kecepatan yang melebihi blockchain konvensional serta landasan ideal bagi ekosistem Internet of Things yang terus berkembang.
Selengkapnya di halaman MIOTA →Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →