Perbedaan IOTA dan ssv.network: IOTA diperdagangkan di Rp599,3 (kapitalisasi pasar Rp2,75T, volume 24 jam Rp107,02M), sedangkan ssv.network diperdagangkan di Rp36.729 (kapitalisasi pasar Rp581,32M, volume 24 jam Rp87,21M). Perbedaan utamanya: IOTA jauh lebih besar — sekitar 4,7× kapitalisasi pasar ssv.network, dan suplai beredar IOTA 4,6B MIOTA dibanding 15,8M SSV milik ssv.network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan IOTA selama 49 Hari dan ssv.network selama 31 Hari.
| MIOTA | SSV | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp2,75T | Rp581,32M |
Volume (24h) | Rp107,02M | Rp87,21M |
Suplai yang Beredar | 4,6B MIOTA | 15,8M SSV |
Typical Hold Time | 49 Hari | 31 Hari |
IOTA adalah ledger terdistribusi dengan sebuah perbedaan signifikan: ini bukanlah sebuah blockchain. Melainkan, teknologi tersendiri yang dikenal sebagai Tangle, sebuah sistem node untuk mengkonfirmasi transaksi. Yayasan yang mengelola platform ini mengatakan IOTA menawarkan kecepatan yang melebihi blockchain konvensional serta landasan ideal bagi ekosistem Internet of Things yang terus berkembang.
Selengkapnya di halaman MIOTA →ssv.network merupakan implementasi publik pertama dari SSV primitive, yang berasal dari penelitian yang dilakukan oleh Ethereum Foundation pada tahun 2019 dan sejak itu telah berkembang menjadi jaringan yang dikelola oleh DAO, didorong oleh komunitas staker, builder, dan node operator. Tujuannya berfungsi sebagai proyek teknologi validator terdistribusi (DVT) untuk validator Ethereum yang dikembangkan oleh Blox dengan pendanaan hibah yang didistribusikan ke tim dukungan dari SSV DAO Treasury.
Selengkapnya di halaman SSV →