Perbedaan IOTA dan Scallop: IOTA diperdagangkan di Rp605,36 (kapitalisasi pasar Rp2,78T, volume 24 jam Rp107,85M), sedangkan Scallop diperdagangkan di Rp119,79 (kapitalisasi pasar Rp24,21M, volume 24 jam Rp19,2M). Perbedaan utamanya: IOTA jauh lebih besar — sekitar 114,8× kapitalisasi pasar Scallop, dan suplai Scallop dibatasi (160,8M / 250M SCA (65%)), sedangkan IOTA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan IOTA selama 49 Hari dan Scallop selama 14 Hari.
| MIOTA | SCA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp2,78T | Rp24,21M |
Volume (24h) | Rp107,85M | Rp19,2M |
Suplai yang Beredar | 4,6B MIOTA | 160,8M / 250M SCA (65%) |
Typical Hold Time | 49 Hari | 14 Hari |
IOTA adalah ledger terdistribusi dengan sebuah perbedaan signifikan: ini bukanlah sebuah blockchain. Melainkan, teknologi tersendiri yang dikenal sebagai Tangle, sebuah sistem node untuk mengkonfirmasi transaksi. Yayasan yang mengelola platform ini mengatakan IOTA menawarkan kecepatan yang melebihi blockchain konvensional serta landasan ideal bagi ekosistem Internet of Things yang terus berkembang.
Selengkapnya di halaman MIOTA →Scallop adalah protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) canggih yang dibangun di atas blockchain Sui. Protokol ini menawarkan berbagai layanan finansial, termasuk pinjaman, peminjaman, automated market making (AMM), dan manajemen aset. Dikembangkan oleh Scallop Labs dengan tim ahli di bidang DeFi, keamanan siber, dan fintech, Scallop didukung oleh investor ternama seperti CMS Holdings, 6th Man Ventures, KuCoin Labs, dan Mysten Labs. Selain itu, Scallop menjadi proyek DeFi pertama yang menerima hibah resmi dari Sui Foundation, menegaskan kualitas institusional dan fitur keamanannya yang kuat.
Selengkapnya di halaman SCA →