Perbedaan IOTA dan Siacoin: IOTA diperdagangkan di Rp603,57 (kapitalisasi pasar Rp2,77T, volume 24 jam Rp106,97M), sedangkan Siacoin diperdagangkan di Rp8,29 (kapitalisasi pasar Rp472,29M, volume 24 jam Rp30,06M). Perbedaan utamanya: IOTA jauh lebih besar — sekitar 5,9× kapitalisasi pasar Siacoin, dan suplai beredar IOTA 4,6B MIOTA dibanding 56B SC milik Siacoin. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan IOTA selama 49 Hari dan Siacoin selama 60 Hari.
| MIOTA | SC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp2,77T | Rp472,29M |
Volume (24h) | Rp106,97M | Rp30,06M |
Suplai yang Beredar | 4,6B MIOTA | 56B SC |
Typical Hold Time | 49 Hari | 60 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
IOTA adalah ledger terdistribusi dengan sebuah perbedaan signifikan: ini bukanlah sebuah blockchain. Melainkan, teknologi tersendiri yang dikenal sebagai Tangle, sebuah sistem node untuk mengkonfirmasi transaksi. Yayasan yang mengelola platform ini mengatakan IOTA menawarkan kecepatan yang melebihi blockchain konvensional serta landasan ideal bagi ekosistem Internet of Things yang terus berkembang.
Selengkapnya di halaman MIOTA →Siacoin (SC) adalah token utilitas asli Sia, sebuah platform penyimpanan cloud terdistribusi dan terdesentralisasi berbasis blockchain. Sia bertindak sebagai pasar yang aman untuk penyimpanan cloud di mana pengguna dapat menyewa akses ke ruang penyimpanan mereka yang tidak terpakai. Tujuan utama proyek ini adalah untuk menjadi "tulang punggung lapisan penyimpanan internet."
Selengkapnya di halaman SC →