Perbedaan IOTA dan OpenLedger: IOTA diperdagangkan di Rp664,59 (kapitalisasi pasar Rp3,03T, volume 24 jam Rp119,53M), sedangkan OpenLedger diperdagangkan di Rp2.650 (kapitalisasi pasar Rp826,47M, volume 24 jam Rp90,07M). Perbedaan utamanya: IOTA jauh lebih besar — sekitar 3,7× kapitalisasi pasar OpenLedger, dan suplai OpenLedger dibatasi (309,6M / 1B OPEN (31%)), sedangkan IOTA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan IOTA selama 48 Hari dan OpenLedger selama 22 Hari.
| MIOTA | OPEN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp3,03T | Rp826,47M |
Volume (24h) | Rp119,53M | Rp90,07M |
Suplai yang Beredar | 4,5B MIOTA | 309,6M / 1B OPEN (31%) |
Typical Hold Time | 48 Hari | 22 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
IOTA adalah ledger terdistribusi dengan sebuah perbedaan signifikan: ini bukanlah sebuah blockchain. Melainkan, teknologi tersendiri yang dikenal sebagai Tangle, sebuah sistem node untuk mengkonfirmasi transaksi. Yayasan yang mengelola platform ini mengatakan IOTA menawarkan kecepatan yang melebihi blockchain konvensional serta landasan ideal bagi ekosistem Internet of Things yang terus berkembang.
Selengkapnya di halaman MIOTA →OpenLedger adalah blockchain AI yang membuka likuiditas untuk monetisasi data, model, aplikasi, dan agen. Protokol ini memfasilitasi pelatihan, penerapan, dan pelacakan on-chain untuk model AI dan data khusus, sekaligus mengatasi tantangan penting terkait transparansi, atribusi, dan verifiabilitas dalam AI.
Selengkapnya di halaman OPEN →