Perbedaan Mina dan Plasma: Mina diperdagangkan di Rp796,42 (kapitalisasi pasar Rp1,03T, volume 24 jam Rp94,26M), sedangkan Plasma diperdagangkan di Rp1.656 (kapitalisasi pasar Rp4,29T, volume 24 jam Rp1,12T). Perbedaan utamanya: Plasma jauh lebih besar — sekitar 4,2× kapitalisasi pasar Mina, dan suplai beredar Mina 1,3B MINA dibanding 2,6B XPL milik Plasma. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Mina selama 61 Hari dan Plasma selama 25 Hari.
| MINA | XPL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,03T | Rp4,29T |
Volume (24h) | Rp94,26M | Rp1,12T |
Suplai yang Beredar | 1,3B MINA | 2,6B XPL |
Typical Hold Time | 61 Hari | 25 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Protokol Mina adalah “blockchain ringkas” yang dibuat untuk membatasi persyaratan komputasi agar dapat menjalankan DApps dengan lebih efisien. Mina telah digambarkan sebagai blockchain teringan di dunia karena ukurannya dirancang untuk tetap konstan meskipun ada pertumbuhan dalam penggunaan.
Selengkapnya di halaman MINA →Plasma is a Layer 1 blockchain designed to power the global stablecoin economy. Built for fast, zero-fee USDT payments and customizable gas tokens, it enables borderless, permissionless access to financial services. With its global payments network and integrated products, Plasma is establishing itself as the native chain for stablecoin transactions.
Selengkapnya di halaman XPL →