Perbedaan Mina dan Spark: Mina diperdagangkan di Rp796,28 (kapitalisasi pasar Rp1,02T, volume 24 jam Rp94,5M), sedangkan Spark diperdagangkan di Rp313,19 (kapitalisasi pasar Rp942,49M, volume 24 jam Rp227,27M). Perbedaan utamanya: Mina dan Spark berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Spark dibatasi (3B / 10B SPK (30%)), sedangkan Mina terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Mina selama 61 Hari dan Spark selama 11 Hari.
| MINA | SPK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,02T | Rp942,49M |
Volume (24h) | Rp94,5M | Rp227,27M |
Suplai yang Beredar | 1,3B MINA | 3B / 10B SPK (30%) |
Typical Hold Time | 61 Hari | 11 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Protokol Mina adalah “blockchain ringkas” yang dibuat untuk membatasi persyaratan komputasi agar dapat menjalankan DApps dengan lebih efisien. Mina telah digambarkan sebagai blockchain teringan di dunia karena ukurannya dirancang untuk tetap konstan meskipun ada pertumbuhan dalam penggunaan.
Selengkapnya di halaman MINA →Spark adalah alokator modal on-chain dengan $3,86 miliar yang dikerahkan di DeFi, CeFi, dan aset dunia nyata (RWA). Spark meningkatkan efisiensi modal secara skala besar dengan menyeimbangkan alokasi secara otomatis sesuai kondisi pasar, sambil menjaga profil risiko konservatif. Proyek ini mengatasi inefisiensi DeFi seperti likuiditas terfragmentasi, imbal hasil tidak stabil, dan stablecoin yang menganggur, serta menyediakan likuiditas dalam, konsisten, dan pendapatan bebas biaya melalui produk seperti sUSDS dan sUSDC.
Selengkapnya di halaman SPK →