Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Multi Indocitra Tbk. (MICE) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Multi Indocitra Tbk.Trading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Multi Indocitra Tbk. dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Multi Indocitra Tbk. diperdagangkan di Rp530 (kapitalisasi pasar 303 M, volume 24 jam 154,1 rb), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp59 (kapitalisasi pasar 885,64 M, volume 24 jam 6,25 jt). Perbedaan utamanya: Wilton Makmur Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 2,9× kapitalisasi pasar Multi Indocitra Tbk., dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (6,25 jt vs 154,1 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

MICESQMI
Kapitalisasi Pasar
303 M885,64 M
Volume
154,1 rb6,25 jt
Lot
1,54 rb62,55 rb
Perputaran
81,24 jt366,43 jt
Harga Rata-rata
527,1758,59
Nilai Transaksi
81,24 jt366,43 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
59
Volume Ekuilibrium Indikatif
774

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

MICE
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Multi Indocitra Tbk.

PT Multi Indocitra Tbk (the Company) was established under its original name of Modern Indocitra based on notarial deed No. 52 of Esther Daniar Iskandar, S.H dated January 11, 1990. The Company's articles of association has been amended several times, the latest amendment dated Aug 16, 2005, regarding the change in the Company's status from private company to public company.

Selengkapnya di halaman MICE

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI