Perbedaan Mantle Staked Ether dan MyShell: Mantle Staked Ether diperdagangkan di Rp36.903.980 (kapitalisasi pasar Rp8,03T, volume 24 jam Rp2,75M), sedangkan MyShell diperdagangkan di Rp355,48 (kapitalisasi pasar Rp145,78M, volume 24 jam Rp81,13M). Perbedaan utamanya: Mantle Staked Ether jauh lebih besar — sekitar 55,1× kapitalisasi pasar MyShell, dan suplai MyShell dibatasi (409,1M / 1B SHELL (41%)), sedangkan Mantle Staked Ether terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Mantle Staked Ether selama 26 Hari dan MyShell selama 21 Hari.
| METH | SHELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp8,03T | Rp145,78M |
Volume (24h) | Rp2,75M | Rp81,13M |
Suplai yang Beredar | 216,6K METH | 409,1M / 1B SHELL (41%) |
Typical Hold Time | 26 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Mantle LSP adalah protokol liquid staking ETH tanpa izin dan tanpa kustodian di Ethereum L1 yang dikelola oleh Mantle. Protokol ini menggabungkan desain modern dengan manajemen risiko yang kuat serta memanfaatkan ekosistem Mantle untuk memberikan yield tinggi.
Selengkapnya di halaman METH →MyShell adalah platform ramah pengguna yang memungkinkan siapa pun untuk membuat, membagikan, dan memiliki agen AI. Platform ini menghubungkan AI dan blockchain melalui kerangka kerja agen, model open-source, dan komunitas kreator AI. MyShell juga menawarkan hiburan dan utilitas berbasis AI, sambil memberikan kepemilikan bersama kepada penggunanya.
Selengkapnya di halaman SHELL →