Perbedaan Meteora dan Yield Basis: Meteora diperdagangkan di Rp2.911 (kapitalisasi pasar Rp1,54T, volume 24 jam Rp804,84M), sedangkan Yield Basis diperdagangkan di Rp1.363 (kapitalisasi pasar Rp179,99M, volume 24 jam Rp77,91M). Perbedaan utamanya: Meteora jauh lebih besar — sekitar 8,6× kapitalisasi pasar Yield Basis, dan suplai beredar Meteora 531M / 1B MET (54%) dibanding 132,4M / 1B YB (14%) milik Yield Basis. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Meteora selama 7 Hari dan Yield Basis selama 5 Hari.
| MET | YB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,54T | Rp179,99M |
Volume (24h) | Rp804,84M | Rp77,91M |
Suplai yang Beredar | 531M / 1B MET (54%) | 132,4M / 1B YB (14%) |
Typical Hold Time | 7 Hari | 5 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Meteora adalah bursa terdesentralisasi di Solana yang menghadirkan infrastruktur likuiditas yang aman, berkelanjutan, dan dapat dikomposisikan untuk ekosistem Solana dan ruang DeFi. Fitur-fiturnya mencakup DLMM Pools, Dynamic AMM Pools, dan Dynamic Vaults yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi likuiditas dan memaksimalkan hasil bagi pengguna.
Selengkapnya di halaman MET →YieldBasis adalah protokol DeFi yang dibangun di atas Curve Finance, memungkinkan pengguna memperoleh yield pada aset seperti Bitcoin dengan meminimalkan impermanent loss. Protokol ini menggunakan mekanisme leverage majemuk tetap 2× agar posisi LP mengikuti harga aset dasar secara 1:1. Token YB mendukung governance melalui model vote-escrowed (veYB) serta memungkinkan pemegangnya berbagi pendapatan protokol.
Selengkapnya di halaman YB →