Perbedaan Meteora dan HumidiFi: Meteora diperdagangkan di Rp3.001 (kapitalisasi pasar Rp1,6T, volume 24 jam Rp100,51M), sedangkan HumidiFi diperdagangkan di Rp1.245 (kapitalisasi pasar Rp212,44M, volume 24 jam Rp53,76M). Perbedaan utamanya: Meteora jauh lebih besar — sekitar 7,5× kapitalisasi pasar HumidiFi, dan suplai beredar Meteora 538,3M / 1B MET (54%) dibanding 170,7M / 1B WET (18%) milik HumidiFi. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Meteora selama 8 Hari dan HumidiFi selama 7 Hari.
| MET | WET | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,6T | Rp212,44M |
Volume (24h) | Rp100,51M | Rp53,76M |
Suplai yang Beredar | 538,3M / 1B MET (54%) | 170,7M / 1B WET (18%) |
Typical Hold Time | 8 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Meteora adalah bursa terdesentralisasi di Solana yang menghadirkan infrastruktur likuiditas yang aman, berkelanjutan, dan dapat dikomposisikan untuk ekosistem Solana dan ruang DeFi. Fitur-fiturnya mencakup DLMM Pools, Dynamic AMM Pools, dan Dynamic Vaults yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi likuiditas dan memaksimalkan hasil bagi pengguna.
Selengkapnya di halaman MET →HumidiFi adalah DEX terbesar di Solana berdasarkan volume, memproses lebih dari $1 miliar per hari dan mencatat sekitar 35% aktivitas spot di jaringan. Sebagai “prop AMM”, platform ini menggabungkan eksekusi on-chain dengan logika market-making institusional untuk menghadirkan spread lebih ketat, likuiditas lebih dalam, dan eksekusi lebih optimal dibandingkan DEX atau CEX pada umumnya.
Selengkapnya di halaman WET →