Perbedaan Meteora dan Stader: Meteora diperdagangkan di Rp2.799 (kapitalisasi pasar Rp1,51T, volume 24 jam Rp156,07M), sedangkan Stader diperdagangkan di Rp1.841 (kapitalisasi pasar Rp129,44M, volume 24 jam Rp12,11M). Perbedaan utamanya: Meteora jauh lebih besar — sekitar 11,7× kapitalisasi pasar Stader, dan suplai beredar Meteora 538,2M / 1B MET (54%) dibanding 70,8M / 120M SD (59%) milik Stader. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Meteora selama 8 Hari dan Stader selama 13 Hari.
| MET | SD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,51T | Rp129,44M |
Volume (24h) | Rp156,07M | Rp12,11M |
Suplai yang Beredar | 538,2M / 1B MET (54%) | 70,8M / 120M SD (59%) |
Typical Hold Time | 8 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Meteora adalah bursa terdesentralisasi di Solana yang menghadirkan infrastruktur likuiditas yang aman, berkelanjutan, dan dapat dikomposisikan untuk ekosistem Solana dan ruang DeFi. Fitur-fiturnya mencakup DLMM Pools, Dynamic AMM Pools, dan Dynamic Vaults yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi likuiditas dan memaksimalkan hasil bagi pengguna.
Selengkapnya di halaman MET →Stader mengembangkan staking middleware untuk berbagai jaringan PoS, menawarkan smart contract modular bagi solusi pihak ketiga. Dalam jangka pendek, Stader akan meluncurkan kontrak di blockchain seperti Terra dan Ethereum untuk mendukung yield farming dan Gaming. Jangka panjang, Stader mendorong aplikasi staking pihak ketiga di platformnya.
Selengkapnya di halaman SD →