Perbedaan Meteora dan Polymesh: Meteora diperdagangkan di Rp2.910 (kapitalisasi pasar Rp1,54T, volume 24 jam Rp804,84M), sedangkan Polymesh diperdagangkan di Rp655,63 (kapitalisasi pasar Rp699,51M, volume 24 jam Rp22,08M). Perbedaan utamanya: Meteora jauh lebih besar — sekitar 2,2× kapitalisasi pasar Polymesh, dan suplai Meteora dibatasi (531M / 1B MET (54%)), sedangkan Polymesh terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Meteora selama 7 Hari dan Polymesh selama 20 Hari.
| MET | POLYX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,54T | Rp699,51M |
Volume (24h) | Rp804,84M | Rp22,08M |
Suplai yang Beredar | 531M / 1B MET (54%) | 1,1B POLYX |
Typical Hold Time | 7 Hari | 20 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Meteora adalah bursa terdesentralisasi di Solana yang menghadirkan infrastruktur likuiditas yang aman, berkelanjutan, dan dapat dikomposisikan untuk ekosistem Solana dan ruang DeFi. Fitur-fiturnya mencakup DLMM Pools, Dynamic AMM Pools, dan Dynamic Vaults yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi likuiditas dan memaksimalkan hasil bagi pengguna.
Selengkapnya di halaman MET →POLYX adalah token protokol native dari Polymesh, blockchain berizin tingkat institusional yang dibuat khusus untuk aset yang teregulasi. Blockchain ini mempersingkat proses lama dan membuka pintu baru bagi instrumen keuangan baru dengan memecahkan tantangan infrastruktur publik seputar tata kelola, identitas, kepatuhan, kerahasiaan, dan penyelesaian. Token ini dapat digunakan untuk staking dan mengamankan jaringan, membayar biaya transaksi, serta terlibat dalam tata kelola.
Selengkapnya di halaman POLYX →