Perbedaan Meteora dan Peanut the Squirrel: Meteora diperdagangkan di Rp2.900 (kapitalisasi pasar Rp1,54T, volume 24 jam Rp804,84M), sedangkan Peanut the Squirrel diperdagangkan di Rp781,84 (kapitalisasi pasar Rp780,14M, volume 24 jam Rp108,55M). Perbedaan utamanya: Meteora lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Meteora dibatasi (531M / 1B MET (54%)), sedangkan Peanut the Squirrel terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Meteora selama 7 Hari dan Peanut the Squirrel selama 41 Hari.
| MET | PNUT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,54T | Rp780,14M |
Volume (24h) | Rp804,84M | Rp108,55M |
Suplai yang Beredar | 531M / 1B MET (54%) | 999,8M PNUT |
Typical Hold Time | 7 Hari | 41 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Meteora adalah bursa terdesentralisasi di Solana yang menghadirkan infrastruktur likuiditas yang aman, berkelanjutan, dan dapat dikomposisikan untuk ekosistem Solana dan ruang DeFi. Fitur-fiturnya mencakup DLMM Pools, Dynamic AMM Pools, dan Dynamic Vaults yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi likuiditas dan memaksimalkan hasil bagi pengguna.
Selengkapnya di halaman MET →Peanut the Squirrel (PNUT) adalah koin meme yang diluncurkan di blockchain Solana, terinspirasi dari sebuah peristiwa menyentuh yang ramai dibicarakan di media sosial. Koin ini menceritakan kisah Pnuts, tupai peliharaan yang disayangi, dan rekannya, Fred, yang membawa kebahagiaan dan kehangatan bagi para pengasuh dan pengikutnya. PNUT bertujuan untuk menyalurkan cinta dan dukungan luar biasa terhadap kisah ini menjadi gerakan yang melindungi makhluk kecil. Koin ini mewakili misi kepedulian, kenangan, dan perubahan bermakna dalam dunia kripto, menggabungkan semangat komunitas dengan tujuan yang berdampak.
Selengkapnya di halaman PNUT →