Perbedaan Meteora dan Neon EVM: Meteora diperdagangkan di Rp3.032 (kapitalisasi pasar Rp1,62T, volume 24 jam Rp116,91M), sedangkan Neon EVM diperdagangkan di Rp248,39 (kapitalisasi pasar Rp59,63M, volume 24 jam Rp2,26M). Perbedaan utamanya: Meteora jauh lebih besar — sekitar 27,2× kapitalisasi pasar Neon EVM, dan suplai beredar Meteora 538,3M / 1B MET (54%) dibanding 239,5M / 1B NEON (24%) milik Neon EVM. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Meteora selama 8 Hari dan Neon EVM selama 19 Hari.
| MET | NEON | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,62T | Rp59,63M |
Volume (24h) | Rp116,91M | Rp2,26M |
Suplai yang Beredar | 538,3M / 1B MET (54%) | 239,5M / 1B NEON (24%) |
Typical Hold Time | 8 Hari | 19 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Meteora adalah bursa terdesentralisasi di Solana yang menghadirkan infrastruktur likuiditas yang aman, berkelanjutan, dan dapat dikomposisikan untuk ekosistem Solana dan ruang DeFi. Fitur-fiturnya mencakup DLMM Pools, Dynamic AMM Pools, dan Dynamic Vaults yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi likuiditas dan memaksimalkan hasil bagi pengguna.
Selengkapnya di halaman MET →Neon EVM adalah platform smart contract di Solana yang menggunakan konsensus proof-of-history untuk keamanan tambahan. Meski kadang mengalami downtime, solusi diperkirakan dalam enam bulan. Dengan lebih dari 200 proyek yang siap diluncurkan, termasuk proyek berbasis Ethereum seperti Curve dan Sobal, Neon EVM bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan integrasi dengan alat Ethereum utama di masa depan.
Selengkapnya di halaman NEON →