Perbedaan Merlin Chain dan Tezos: Merlin Chain diperdagangkan di Rp318,97 (kapitalisasi pasar Rp432,03M, volume 24 jam Rp23,97M), sedangkan Tezos diperdagangkan di Rp3.521 (kapitalisasi pasar Rp3,86T, volume 24 jam Rp73,26M). Perbedaan utamanya: Tezos jauh lebih besar — sekitar 8,9× kapitalisasi pasar Merlin Chain, dan suplai Merlin Chain dibatasi (1,4B / 2,1B MERL (65%)), sedangkan Tezos terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Merlin Chain selama 10 Hari dan Tezos selama 98 Hari.
| MERL | XTZ | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp432,03M | Rp3,86T |
Volume (24h) | Rp23,97M | Rp73,26M |
Suplai yang Beredar | 1,4B / 2,1B MERL (65%) | 1,1B XTZ |
Typical Hold Time | 10 Hari | 98 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Merlin Chain adalah solusi Layer 2 untuk Bitcoin yang mengintegrasikan jaringan ZK-Rollup, jaringan oracle terdesentralisasi, dan fraud proofs. Tujuannya adalah meningkatkan aset, protokol, dan aplikasi Layer 1 Bitcoin, mendorong inovasi, dan memaksimalkan potensi aset di Layer 2. Token asli, MERL, digunakan untuk staking guna mendukung keamanan Merlin Chain.
Selengkapnya di halaman MERL →Tezos adalah jaringan blockchain yang didasarkan pada kontrak pintar, dengan cara yang tidak terlalu berbeda dengan Ethereum. Perbedaan besarnya adalah Tezos bertujuan untuk menawarkan infrastruktur yang lebih maju — artinya dapat berkembang dan meningkat seiring waktu tanpa pernah ada bahaya hard fork. Platform open-source ini juga menyebut dirinya sebagai “aman, dapat diupgrade, dan dibuat untuk bertahan lama” — dan mengatakan bahwa bahasa kontrak cerdasnya memberikan akurasi yang diperlukan untuk kasus penggunaan bernilai tinggi.
Selengkapnya di halaman XTZ →