Perbedaan Merlin Chain dan Walrus: Merlin Chain diperdagangkan di Rp311,48 (kapitalisasi pasar Rp405M, volume 24 jam Rp59,47M), sedangkan Walrus diperdagangkan di Rp562,3 (kapitalisasi pasar Rp1,38T, volume 24 jam Rp64,6M). Perbedaan utamanya: Walrus jauh lebih besar — sekitar 3,4× kapitalisasi pasar Merlin Chain, dan suplai beredar Merlin Chain 1,3B / 2,1B MERL (63%) dibanding 2,5B / 5B WAL (50%) milik Walrus. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Merlin Chain selama 9 Hari dan Walrus selama 22 Hari.
| MERL | WAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp405M | Rp1,38T |
Volume (24h) | Rp59,47M | Rp64,6M |
Suplai yang Beredar | 1,3B / 2,1B MERL (63%) | 2,5B / 5B WAL (50%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 22 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Merlin Chain adalah solusi Layer 2 untuk Bitcoin yang mengintegrasikan jaringan ZK-Rollup, jaringan oracle terdesentralisasi, dan fraud proofs. Tujuannya adalah meningkatkan aset, protokol, dan aplikasi Layer 1 Bitcoin, mendorong inovasi, dan memaksimalkan potensi aset di Layer 2. Token asli, MERL, digunakan untuk staking guna mendukung keamanan Merlin Chain.
Selengkapnya di halaman MERL →Walrus adalah protokol penyimpanan data terdesentralisasi dan platform pengembangan aplikasi yang memungkinkan pengelolaan file besar dan konten media kaya seperti video, gambar, dan audio. Dibangun di atas Sui, Walrus mendukung penyimpanan data on-chain dan off-chain menggunakan smart contract berbasis Move. Dikembangkan oleh Mysten Labs, Walrus adalah jaringan pertama yang memungkinkan penyimpanan data berukuran besar secara on-chain, meningkatkan penggunaan data bagi proyek Web3 dan mendukung pengembangan bisnis on-chain yang beragam.
Selengkapnya di halaman WAL →