Perbedaan Merlin Chain dan SUPRA: Merlin Chain diperdagangkan di Rp320,77 (kapitalisasi pasar Rp432,03M, volume 24 jam Rp23,97M), sedangkan SUPRA diperdagangkan di Rp3,02 (kapitalisasi pasar Rp98,33M, volume 24 jam Rp5,26M). Perbedaan utamanya: Merlin Chain jauh lebih besar — sekitar 4,4× kapitalisasi pasar SUPRA, dan suplai beredar Merlin Chain 1,4B / 2,1B MERL (65%) dibanding 32,7B / 100B SUPRA (33%) milik SUPRA. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Merlin Chain selama 10 Hari dan SUPRA selama 17 Hari.
| MERL | SUPRA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp432,03M | Rp98,33M |
Volume (24h) | Rp23,97M | Rp5,26M |
Suplai yang Beredar | 1,4B / 2,1B MERL (65%) | 32,7B / 100B SUPRA (33%) |
Typical Hold Time | 10 Hari | 17 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Merlin Chain adalah solusi Layer 2 untuk Bitcoin yang mengintegrasikan jaringan ZK-Rollup, jaringan oracle terdesentralisasi, dan fraud proofs. Tujuannya adalah meningkatkan aset, protokol, dan aplikasi Layer 1 Bitcoin, mendorong inovasi, dan memaksimalkan potensi aset di Layer 2. Token asli, MERL, digunakan untuk staking guna mendukung keamanan Merlin Chain.
Selengkapnya di halaman MERL →Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →