Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Merlin Chain (MERL) vs Subsquid (SQD)

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Merlin Chain dan Subsquid: Merlin Chain diperdagangkan di Rp318,37 (kapitalisasi pasar Rp429,68M, volume 24 jam Rp23,37M), sedangkan Subsquid diperdagangkan di Rp796,17 (kapitalisasi pasar Rp887,08M, volume 24 jam Rp73,46M). Perbedaan utamanya: Subsquid jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar Merlin Chain, dan suplai beredar Merlin Chain 1,4B / 2,1B MERL (65%) dibanding 1,1B / 1,3B SQD (84%) milik Subsquid. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Merlin Chain selama 10 Hari dan Subsquid selama 8 Hari.

MERLSQD
Kap. Pasar
Rp429,68MRp887,08M
Volume (24h)
Rp23,37MRp73,46M
Suplai yang Beredar
1,4B / 2,1B MERL (65%)1,1B / 1,3B SQD (84%)
Typical Hold Time
10 Hari8 Hari

Sentimen investor di Pluang

Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir

MERL
100% Beli0% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 10 Hari
SQD
34% Beli66% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 8 Hari

Tentang Merlin Chain

Merlin Chain adalah solusi Layer 2 untuk Bitcoin yang mengintegrasikan jaringan ZK-Rollup, jaringan oracle terdesentralisasi, dan fraud proofs. Tujuannya adalah meningkatkan aset, protokol, dan aplikasi Layer 1 Bitcoin, mendorong inovasi, dan memaksimalkan potensi aset di Layer 2. Token asli, MERL, digunakan untuk staking guna mendukung keamanan Merlin Chain.

Selengkapnya di halaman MERL

Tentang Subsquid

Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.

Selengkapnya di halaman SQD