Perbedaan Merlin Chain dan SuperRare: Merlin Chain diperdagangkan di Rp318,43 (kapitalisasi pasar Rp429,68M, volume 24 jam Rp23,37M), sedangkan SuperRare diperdagangkan di Rp210,68 (kapitalisasi pasar Rp173,29M, volume 24 jam Rp237,97M). Perbedaan utamanya: Merlin Chain jauh lebih besar — sekitar 2,5× kapitalisasi pasar SuperRare, dan suplai beredar Merlin Chain 1,4B / 2,1B MERL (65%) dibanding 825,5M / 1B RARE (83%) milik SuperRare. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Merlin Chain selama 10 Hari dan SuperRare selama 32 Hari.
| MERL | RARE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp429,68M | Rp173,29M |
Volume (24h) | Rp23,37M | Rp237,97M |
Suplai yang Beredar | 1,4B / 2,1B MERL (65%) | 825,5M / 1B RARE (83%) |
Typical Hold Time | 10 Hari | 32 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Merlin Chain adalah solusi Layer 2 untuk Bitcoin yang mengintegrasikan jaringan ZK-Rollup, jaringan oracle terdesentralisasi, dan fraud proofs. Tujuannya adalah meningkatkan aset, protokol, dan aplikasi Layer 1 Bitcoin, mendorong inovasi, dan memaksimalkan potensi aset di Layer 2. Token asli, MERL, digunakan untuk staking guna mendukung keamanan Merlin Chain.
Selengkapnya di halaman MERL →SuperRare adalah pasar seni on-chain terkemuka dengan total penjualan lebih dari US$300 juta dan US$180 juta yang diperoleh oleh para artis. Sebagai salah satu pionir royalti artis perpetual, SuperRare berusaha untuk meningkatkan penemuan sambil mendesentralisasi pasar seni. Inti dari SuperRare adalah $RARE, sebuah token yang menawarkan utilitas sebagai mata uang di pasar, sistem reputasi berbasis staking, dan hak tata kelola DAO.
Selengkapnya di halaman RARE →