Perbedaan MovieBloc dan SubQuery Network: MovieBloc diperdagangkan di Rp10,66 (kapitalisasi pasar Rp208,65M, volume 24 jam Rp17,49M), sedangkan SubQuery Network diperdagangkan di Rp11,56 (kapitalisasi pasar Rp32,83M, volume 24 jam Rp6,53M). Perbedaan utamanya: MovieBloc jauh lebih besar — sekitar 6,4× kapitalisasi pasar SubQuery Network, dan suplai MovieBloc dibatasi (19,6B / 30B MBL (66%)), sedangkan SubQuery Network terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan MovieBloc selama 63 Hari dan SubQuery Network selama 3 Hari.
| MBL | SQT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp208,65M | Rp32,83M |
Volume (24h) | Rp17,49M | Rp6,53M |
Suplai yang Beredar | 19,6B / 30B MBL (66%) | 3,3B SQT |
Typical Hold Time | 63 Hari | 3 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
MovieBloc adalah platform terdesentralisasi untuk distribusi film dan konten. MBL digunakan untuk kegiatan ekonomi dalam ekosistemnya, seperti menonton konten premium, sarana kreator membayar penerjemahnya, memberi donasi untuk peserta lain, dan memberi imbalan kepada pengguna.
Selengkapnya di halaman MBL →SubQuery adalah jaringan desentralisasi yang memberikan infrastruktur dan alat penting bagi pengembang aplikasi Web3. Jaringan SubQuery memudahkan pengembang membangun dan mengembangkan aplikasi terdesentralisasi (dApp) dengan menyediakan rangkaian solusi yang lengkap.
Selengkapnya di halaman SQT →