Perbedaan MovieBloc dan Subsquid: MovieBloc diperdagangkan di Rp10,62 (kapitalisasi pasar Rp208,01M, volume 24 jam Rp17,3M), sedangkan Subsquid diperdagangkan di Rp808,19 (kapitalisasi pasar Rp907,19M, volume 24 jam Rp75,9M). Perbedaan utamanya: Subsquid jauh lebih besar — sekitar 4,4× kapitalisasi pasar MovieBloc, dan suplai beredar MovieBloc 19,6B / 30B MBL (66%) dibanding 1,1B / 1,3B SQD (84%) milik Subsquid. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan MovieBloc selama 63 Hari dan Subsquid selama 8 Hari.
| MBL | SQD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp208,01M | Rp907,19M |
Volume (24h) | Rp17,3M | Rp75,9M |
Suplai yang Beredar | 19,6B / 30B MBL (66%) | 1,1B / 1,3B SQD (84%) |
Typical Hold Time | 63 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
MovieBloc adalah platform terdesentralisasi untuk distribusi film dan konten. MBL digunakan untuk kegiatan ekonomi dalam ekosistemnya, seperti menonton konten premium, sarana kreator membayar penerjemahnya, memberi donasi untuk peserta lain, dan memberi imbalan kepada pengguna.
Selengkapnya di halaman MBL →Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.
Selengkapnya di halaman SQD →