Perbedaan MovieBloc dan Roam: MovieBloc diperdagangkan di Rp10,64 (kapitalisasi pasar Rp208,01M, volume 24 jam Rp17,3M), sedangkan Roam diperdagangkan di Rp215,91 (kapitalisasi pasar Rp78,19M, volume 24 jam Rp18,52M). Perbedaan utamanya: MovieBloc jauh lebih besar — sekitar 2,7× kapitalisasi pasar Roam, dan suplai beredar MovieBloc 19,6B / 30B MBL (66%) dibanding 359,4M / 1B ROAM (36%) milik Roam. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan MovieBloc selama 63 Hari dan Roam selama 6 Hari.
| MBL | ROAM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp208,01M | Rp78,19M |
Volume (24h) | Rp17,3M | Rp18,52M |
Suplai yang Beredar | 19,6B / 30B MBL (66%) | 359,4M / 1B ROAM (36%) |
Typical Hold Time | 63 Hari | 6 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
MovieBloc adalah platform terdesentralisasi untuk distribusi film dan konten. MBL digunakan untuk kegiatan ekonomi dalam ekosistemnya, seperti menonton konten premium, sarana kreator membayar penerjemahnya, memberi donasi untuk peserta lain, dan memberi imbalan kepada pengguna.
Selengkapnya di halaman MBL →Roam adalah jaringan nirkabel terdesentralisasi terbesar di dunia. Proyek ini berfokus membangun jaringan nirkabel global dengan akses terbuka yang menyediakan koneksi otomatis, memungkinkan perpindahan mulus antar jaringan, serta menjamin konektivitas aman bagi individu, perangkat pintar, dan agen AI. Dengan memanfaatkan infrastruktur kredensial berbasis blockchain, Roam telah mendorong adopsi luas WiFi OpenRoaming, menghadirkan layanan eSIM pintar global, dan menciptakan lapisan data terlindungi privasi untuk aplikasi AI.
Selengkapnya di halaman ROAM →