Perbedaan MovieBloc dan iExec RLC: MovieBloc diperdagangkan di Rp10,66 (kapitalisasi pasar Rp208,69M, volume 24 jam Rp17,16M), sedangkan iExec RLC diperdagangkan di Rp4.741 (kapitalisasi pasar Rp412,07M, volume 24 jam Rp26,62M). Perbedaan utamanya: iExec RLC lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar MovieBloc 19,6B / 30B MBL (66%) dibanding 87M / 87M RLC (100%) milik iExec RLC. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan MovieBloc selama 63 Hari dan iExec RLC selama 35 Hari.
| MBL | RLC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp208,69M | Rp412,07M |
Volume (24h) | Rp17,16M | Rp26,62M |
Suplai yang Beredar | 19,6B / 30B MBL (66%) | 87M / 87M RLC (100%) |
Typical Hold Time | 63 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
MovieBloc adalah platform terdesentralisasi untuk distribusi film dan konten. MBL digunakan untuk kegiatan ekonomi dalam ekosistemnya, seperti menonton konten premium, sarana kreator membayar penerjemahnya, memberi donasi untuk peserta lain, dan memberi imbalan kepada pengguna.
Selengkapnya di halaman MBL →iExec (RLC) adalah penyedia utama komputasi terdesentralisasi berbasis blockchain yang terkemuka. Blockchain digunakan untuk mengatur jaringan pasar di mana orang dapat memonetisasi daya komputasi mereka serta aplikasi dan bahkan kumpulan data. iExec dapat mendukung aplikasi di bidang-bidang seperti data besar, kesehatan, AI, rendering, dan tekfin. iExec didirikan pada 16 Oktober 2016, dengan tujuan untuk menciptakan kembali komputasi cloud melalui pembuatan paradigma komputasi cloud baru.
Selengkapnya di halaman RLC →