Perbedaan MovieBloc dan Raydium: MovieBloc diperdagangkan di Rp12,71 (kapitalisasi pasar Rp245,46M, volume 24 jam Rp38,49M), sedangkan Raydium diperdagangkan di Rp12.568 (kapitalisasi pasar Rp3,38T, volume 24 jam Rp234,53M). Perbedaan utamanya: Raydium jauh lebih besar — sekitar 13,8× kapitalisasi pasar MovieBloc, dan suplai beredar MovieBloc 19,5B / 30B MBL (66%) dibanding 269,3M / 555M RAY (49%) milik Raydium. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan MovieBloc selama 62 Hari dan Raydium selama 24 Hari.
| MBL | RAY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp245,46M | Rp3,38T |
Volume (24h) | Rp38,49M | Rp234,53M |
Suplai yang Beredar | 19,5B / 30B MBL (66%) | 269,3M / 555M RAY (49%) |
Typical Hold Time | 62 Hari | 24 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
MovieBloc adalah platform terdesentralisasi untuk distribusi film dan konten. MBL digunakan untuk kegiatan ekonomi dalam ekosistemnya, seperti menonton konten premium, sarana kreator membayar penerjemahnya, memberi donasi untuk peserta lain, dan memberi imbalan kepada pengguna.
Selengkapnya di halaman MBL →Raydium (RAY) adalah automated market maker (AMM) dan penyedia likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana untuk decentralized exchane (DEX). Tidak seperti AMM lainnya, Raydium menyediakan likuiditas on-chain ke limit order book pusat yang berarti bahwa dana yang disimpan ke Raydium diubah menjadi limit order yang ada di Serum orderbook.
Selengkapnya di halaman RAY →