Perbedaan MovieBloc dan Osmosis: MovieBloc diperdagangkan di Rp12,73 (kapitalisasi pasar Rp246,9M, volume 24 jam Rp38,97M), sedangkan Osmosis diperdagangkan di Rp614,03 (kapitalisasi pasar Rp479,53M, volume 24 jam Rp44,61M). Perbedaan utamanya: Osmosis lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar MovieBloc 19,5B / 30B MBL (66%) dibanding 781M / 1B OSMO (79%) milik Osmosis. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan MovieBloc selama 62 Hari dan Osmosis selama 21 Hari.
| MBL | OSMO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp246,9M | Rp479,53M |
Volume (24h) | Rp38,97M | Rp44,61M |
Suplai yang Beredar | 19,5B / 30B MBL (66%) | 781M / 1B OSMO (79%) |
Typical Hold Time | 62 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
MovieBloc adalah platform terdesentralisasi untuk distribusi film dan konten. MBL digunakan untuk kegiatan ekonomi dalam ekosistemnya, seperti menonton konten premium, sarana kreator membayar penerjemahnya, memberi donasi untuk peserta lain, dan memberi imbalan kepada pengguna.
Selengkapnya di halaman MBL →Osmosis, diluncurkan pada 2021, adalah blockchain yang dirancang untuk aplikasi DeFi dan pertukaran terdesentralisasi (DEX). Osmosis DEX merupakan platform utama di jaringannya, berperan sebagai DEX terkemuka dan pusat DeFi dalam ekosistem Cosmos dan lebih luas lagi.
Selengkapnya di halaman OSMO →