Perbedaan Maverick Protocol dan Tezos: Maverick Protocol diperdagangkan di Rp170,49 (kapitalisasi pasar Rp199,36M, volume 24 jam Rp27,54M), sedangkan Tezos diperdagangkan di Rp4.088 (kapitalisasi pasar Rp4,46T, volume 24 jam Rp139,2M). Perbedaan utamanya: Tezos jauh lebih besar — sekitar 22,4× kapitalisasi pasar Maverick Protocol, dan suplai Maverick Protocol dibatasi (1,2B / 2B MAV (59%)), sedangkan Tezos terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Maverick Protocol selama 25 Hari dan Tezos selama 97 Hari.
| MAV | XTZ | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp199,36M | Rp4,46T |
Volume (24h) | Rp27,54M | Rp139,2M |
Suplai yang Beredar | 1,2B / 2B MAV (59%) | 1,1B XTZ |
Typical Hold Time | 25 Hari | 97 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Maverick Protocol adalah penyedia infrastruktur DeFi yang berfokus untuk meningkatkan efisiensi industri, diberdayai oleh Maverick AMM. Maverick didukung oleh Founders Fund, Pantera Capital, Coinbase Ventures, Binance Labs, Circle Ventures, dan Gemini. Maverick berusaha untuk menghapus ketidakefisienan di DeFi dengan membantu pengguna menempatkan likuiditas mereka di tempat yang paling efektif, sehingga membuat transaksi menjadi lebih lancar dan efisien. Hal ini mengatasi beberapa isu likuiditas yang telah menjadi kendala dalam DeFi.
Selengkapnya di halaman MAV →Tezos adalah jaringan blockchain yang didasarkan pada kontrak pintar, dengan cara yang tidak terlalu berbeda dengan Ethereum. Perbedaan besarnya adalah Tezos bertujuan untuk menawarkan infrastruktur yang lebih maju — artinya dapat berkembang dan meningkat seiring waktu tanpa pernah ada bahaya hard fork. Platform open-source ini juga menyebut dirinya sebagai “aman, dapat diupgrade, dan dibuat untuk bertahan lama” — dan mengatakan bahwa bahasa kontrak cerdasnya memberikan akurasi yang diperlukan untuk kasus penggunaan bernilai tinggi.
Selengkapnya di halaman XTZ →